PUISI

Geram

Tikaman itu pahit menghujam

Genderang perang mulai berkumandang

Kegelisahan menampik peran

Dalih sebuah pencitraan

Kupijakkan kaki yang teriris

Kuhunuskan tatap pada lelahnya lelap

Kupukul beban yang berat terpikul

Lalu letakkan diri pada nurani

Hey, perlu aku melawanmu?

Aku bukan seorang wandu

Selalu persepsi yang menyelimuti

Alih-alih melindungi diri

Memandang rendah tanpa introspeksi

Berceloteh ungkap dengki

Biadab..

Aku rasa inilah politik

Tak mampu bertahan lalu menampik

Hanya dengan mengumpulkan titik

Menjadi lubang yang tak pernah selesai tertutupi

Saya sadar kami sampah

Memang manusia tempat salah

Bekerjalah dengan hati

Berserahlah pada Illahi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s